Langsingkan Tubuh Setelah Melahirkan

Langsingkan Tubuh Setelah Melahirkan

Saat wanita hamil, berat badan akan bertambah yang merupakan hal yang wajar. Tapi sayangnya, pertambahan berat badan ini tidak serta merta hilang habis melahirkan. Untuk mengembalikan tubuh ke bentuk semula seperti sebelum hamil, Bunda dapat mengupayakan untuk mengurangi berat badan, seperti berolahraga serta mengelola stres agar tidak berujung kepada kenaikan timbangan badan. Dengan mengetahui cara-cara yang ringan dan menyenangkan, upaya mendapat bentuk dan berat tubuh yang sehat tidak akan membebani atau menyiksa Bunda.

Bunda, berupaya mengembalikan tubuh ke bentuk semula bukanlah semata untuk keindahan penampilan, melainkan demi alasan kesehatan. Sebelum berencana memiliki anak berikutnya, disarankan untuk menghilangkan tambahan berat badan yang Bunda dapatkan selama hamil sebelumnya. Hal ini penting, terutama bagi Bunda yang mengalami kenaikan berat badan berlebih selama hamil maupun Bunda yang memang sudah kelebihan berat badan atau obesitas sebelum hamil.

Yuk, Kembalikan Bentuk Tubuh Pasca Melahirkan

Tahukah Bunda, bahkan kenaikan yang hanya 1-2 unit pada indeks masa tubuh di antara kehamilan pertama dan selanjutnya bisa meningkatkan risiko komplikasi pada kehamilan berikutnya. Komplikasi tersebut mencakup tekanan darah tinggi, diabetes gestasional, serta meningkatnya kecenderungan melahirkan bayi besar maupun bayi lahir mati. Risiko ini dapat dikurangi dengan menjaga berat badan yang sehat atau mengurangi berat badan bila Bunda kegemukan. Setali tiga uang, berat badan yang sehat juga memotong risiko terkena diabetes tipe 2, penyakit jantung koroner, serta sebagian kanker.

Bunda dapat mulai mengurangi berat badan setelah melakukan pemeriksaan pada minggu keenam dan kedelapan pasca persalinan. Demikian halnya dengan berolahraga, Bunda direkomendasikan untuk menunggu enam minggu setelah melahirkan. Hal ini karena tubuh membutuhkan waktu untuk pemulihan setelah bersalin. Nah, mari kita telusuri cara-cara ringan dan menyenangkan untuk mengembalikan ‘bentuk tubuh ibu-ibu’ ke ‘bentuk tubuh gadis’.

Bunda harus Bisa Mengelola Stres, Tapi Bagaimana Caranya?

Memiliki bayi baru lahir bisa membuat Bunda stres dengan keharusan mengganti popok dan menyusui yang seolah-olah tiada habisnya. Lebih jauh lagi, stres sebenarnya dapat mencegah Bunda untuk berupaya mengurangi berat badan. Ini dikarenakan stres cenderung membuat Bunda mengonsumsi camilan manis, berlemak, garing, maupun asin. Oleh karena itu, mari kita kelola stres dengan langkah-langkah ini.

Tidurlah ketika si Kecil tidur!

Tidak usah pedulikan cucian kotor yang menumpuk atau segudang tugas rumah tangga lainnya. Bunda bisa meminta bantuan suami, orang tua, atau orang lain untuk mengurus pekerjaan itu agar Bunda bisa tidur saat Si Kecil tidur. Tidur tambahan akan membantu tubuhmu menyingkirkan hormon stres. Sebaliknya, kurang tidur dapat menyebabkan resistensi insulin, yaitu kondisi negatif yang berdampak kepada metabolisme dan kemampuan tubuh untuk membakar kalori.

Keluar rumah

Pergilah ke taman yang hijau dan sejuk untuk sekadar melepas penat atau pergilah ke mana pun yang bisa menghibur Bunda. Studi menunjukkan bahwa menghabiskan waktu di ruang yang penuh dengan tanaman hijau bisa meningkatkan kebahagiaan dan menurunkan level hormon stres. Selain itu, menghabiskan waktu paling tidak lima menit di luar ruangan, dapat memperbaiki suasana hati, penghargaan terhadap diri sendiri, serta kesejahteraan psikis.

Pijat-pijat enak

Pijat tidak harus mengunjungi spa yang mahal. Dipijat suami, ibu, atau teman juga bisa memberikan kenyamanan yang sama. Pada dasarnya pijat memang merupakan salah satu cara mengusir stres. Sebuah studi mengungkapkan bahwa orang dewasa yang menerima pijatan yang intense mengalami penurunan signifikan pada level hormon stres kortisol dan peningkatan hormon oksitosin.

Meluangkan waktu untuk diri sendiri

Cukup hanya selama enam menit saja Bunda menikmati waktu untuk diri sendiri, Si Hormon Stres bisa berkurang. Penelitian menunjukkan bahwa membaca paling tidak enam menit dapat mengendurkan ketegangan saraf dan mengurangi level stres hingga 68 persen. Bila Bunda bukan tipe yang hobi membaca buku, kegiatan tersebut bisa digantikan dengan mendengarkan musik, menikmati secangkir teh, atau kegiatan sederhana lainnya untuk mendapatkan efek relaksasi dan mengalihkan perhatian dari kerepotan menjadi seorang ibu baru.

Lakukan Olahraga Untuk Ibu yang Baru Melahirkan
Membawa Si Kecil berjalan-jalan di luar juga bisa menjadi bentuk olahraga bila dilakukan dengan cara-cara tertentu. Latihan ini terbilang praktis dan menyenangkan untuk dilakukan karena Bunda bisa selalu berdekatan dengan Si Kecil saat olahraga. Jangan lupa untuk menyusui bayi sebelum memulai latihan agar Bunda tidak perlu berhenti di tengah latihan. Sebagai permulaan, lakukan latihan mendorong stroller alias kereta dorong bayi tiga kali seminggu selama 26 menit dengan pembagian durasi seperti berikut ini.
Level Pertama atau pemula

Lakukan pemanasan selama 5 menit, kemudian berjalanlah selama 18 menit sambil mendorong stroller. Pastikan pundak ditarik ke belakang dan tulang punggung tegak, serta beri jarak antara stroller dengan pinggul sejauh 15-25 cm dari pinggul. Ketika berjalan, variasikan kecepatan Bunda, diawali dengan kecepatan santai, lalu tingkatkan kecepatan selama 30 detik, kembali lagi ke kecepatan santai selama 60 detik, dan diulangi seterusnya sebanyak 12 kali.

Level kedua

Bila Bunda merasa napas sudah bisa teratur saat melakukan latihan pertama, Bunda bisa masuk level kedua. Biasanya akan membutuhkan waktu lima hari hingga lima minggu atau lebih lama untuk bisa naik level, tergantung kepada kemampuan Bunda sendiri. Di level kedua ini, Bunda tetap melakukan latihan yang sama dengan level pertama, namun dengan menambahkan durasi, yaitu dari yang 30 detik menjadi 45 detik, sementara yang 60 detik menjadi 90 detik. Jangan lupa untuk melakukan pendinginan di bagian akhir, Bun.

Level ketiga atau tingkat lanjut

Di level ketiga ini, Bunda bisa menambahkan durasi latihan dan kecepatan berjalan. Untuk bisa naik ke level ketiga, biasanya dibutuhkan waktu sekitar 4-6 minggu.

Selain latihan di atas, Bunda masih bisa memilih bentuk olahraga lainnya, misalnya yoga, menari, atau mengikuti kelas kardio. Apa pun latihan olahraga yang Bunda jalani, jangan lupa untuk memerhatikan tanda-tanda bahaya dan segera cari bantuan medis bila terjadi hal-hal berikut.
Nyeri pada panggul atau area perut
Perdarahan berlebih
Napas pendek yang ekstrem
Kelelahan berat setelah latihan yang terbilang ringan
Nyeri otot yang tidak kunjung hilang dalam 1-2 hari
Coba Bunda Terapkan Pola Makan Ini Setelah Melahirkan
Demi mengembalikan tubuh ke bentuk dan ukuran seperti sebelum hamil atau berat badan yang sehat, kunci utamanya adalah menjalani diet sehat secara bertahap. Minumlah air putih yang cukup sepanjang hari untuk mencegah dehidrasi dan pilih kudapan yang tepat. Berikut adalah tips yang bisa Bunda lakukan.
Makan paling tidak lima porsi buah-buahan dan sayur-sayuran per hari.
Sempatkan untuk sarapan di pagi hari.
Konsumsi makanan yang kaya serat, seperti oat, lentil, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
Konsumsi makanan bertepung, seperti nasi, roti, atau pasta tiap kali makan berat. Utamakan yang berbahan gandum utuh.
Kendalikan porsi makan serta jumlah dan jenis kudapan yang dikonsumsi di antara waktu makan utama.
Batasi makanan berlemak, manis, cepat saji, mengandung banyak gula, kue, biskuit, dan minuman bersoda.
Bila Bunda menyusui, program pengurangan berat badan perlu ditunda hingga keterampilan menyusu Si Kecil terbangun sempurna. Bunda akan membutuhkan sedikit tambahan kalori, yaitu sekitar 330 kalori per hari, sebagai energi pendukung dalam memproduksi susu. Namun, energi tambahan ini sebenarnya masih bisa tercukupi dari simpanan lemak di tubuh. Artinya, Bunda tidak perlu menambah porsi makan secara berlebihan. Dengan begini, menyusui dapat membantu menurunkan berat badan bila Bunda menghindari tambahan 330 kalori tersebut. Jangan cemas, penurunan berat badan sebanyak 0,5-1 kg per minggu tetap tidak akan berdampak kepada kualitas maupun pasokan susu Bunda, loh!

Bahaya Perut Buncit © 2016 kang mus